Money Politic yang dilakukan Kubu Partai pendukung ahok menuai banyak kecaman

Berita terbaru pilkada DKI Jakarta. 2 pekan jelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pendukung pasangan calon nomor urut dua di duga melancarkan cara kuno untuk meraih dukungan yakni dengan aksi bagi-bagi uang. Kegiatan inipun berujung pelaporan kepada pihak Bawaslu.

Dikabarkan dalam suatu berita terkini hari ini, Aksi bagi-bagi uang yang dilakukan oleh Djan Faridz usai menghadiri kegiatan kampanye untuk memenangkan pasangan calon nomor urut dua Ahok-Djarot di kawasan Kemayoran akhirnya berbuntut panjang. Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Jakarta ini dilaporkan oleh barisan jawara dan pengacara atau Bang Japar ke Bawaslu DKI Jakarta.

"ada tiga barang bukti yang pertama itu berupa foto yang kedua itu video yang ketiga berupa keterangan saksi, saksi ini kita peroleh dari penduduk yang ada di wilayah setempat" ujar Taufiqurrahman Ketua Tim Bang Japar.

"jadi itu adalah hanya niat baik untuk memberikan uang itu, itu kepada anak-anak dan anak-anakkan tidak punya hak pilih ya yang dalam pidana itu kan dia untuk memberi uang untuk mempengaruhi orang untuk menggunakan hak pilihnya" ucap Triana Dewi Seroja Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP PPP.

D3 boleh saja membela Ketua Umumnya hanya saja bagi-bagi uang saat masa kampanye bisa menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi dianggap sebagai praktek Money politic.

"nanti kita pleno dulu, kita mau lihat juga kaji dulu ya sebelum dilakukan pemanggilan karena ini sifatnya temuan belum ada laporan dari masyarakat yang menyampaikan kepada kita terkait dengan dugaan pelanggaran tersebut" kata Mimah Susanti Ketua Bawaslu DKI Jakarta.

Politik uang seharusnya tidak lagi menjadi andalan untuk mendapatkan simpati dan suara dari masyarakat dalam Pilkada DKI Jakarta karena memilih yang cerdas bisa melihat pasangan calon yang memiliki program terbaik dan terukur untuk kemajuan warga Ibu Kota.